WASPADA DBD……!!!!

Beberapa hari terakhir hujan mulai terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Lampung Selatan khususnya di Kecamatan Ketapang. Pada saat musim penghujan biasanya juga diikuti dengan munculnya beberapa penyakit, salah satu diantaranya adalah demam berdarah dengue (DBD). Oleh sebab itu Puskesmas Ketapang menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat di Kecamatan Ketapang kasus DBD selalu ada tiap tahun. Pada tahun 2019 di Kecamatan Ketapang ditemukan kasus DBD sebanyak 172 kasus sedangkan pada tahun 2020 ditemukan kasus sebanyak 106 kasus dan pada tahun 2021 ditemukan kasus sebanyak 12 kasus. Walaupun kasus DBD cenderung mengalami penurunan, Puskesmas Rawat Inap Ketapang menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran dan penulanan penyakit DBD.

Penyakit DBD adalah penyakit yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus dan bisa menyerang siapa saja dari berbagai usia, yang dapat berujung fatal bila tidak tertangani dengan tepat.

Gejala DBD

• Demam tinggi mendadak
• Sakit kepala
• Ruam
• Nyeri otot dan sendi
• Mual dan muntah serta kelelahan
• Pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan syok, yang membahayakan nyawa.

Fooging DBDGejala umum yang muncul antara lain:

Pada umumnya penderita DBD juga akan mengalami fase demam selama 2-7 hari.

Fase Demam
• Fase pertama (hari ke 1-3): Demam yang cukup tinggi hingga 40°C

• Fase kedua (hari ke 4-5): Merupakan fase kritis, penderita akan mengalami turunnya demam hingga 37°C dan merasa dapat melakukan aktivitas kembali (merasa sembuh kembali) pada fase ini jika tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat dapat terjadi keadaan fatal, akan terjadi penurunan trombosit secara drastis akibat pemecahan pembuluh darah (pendarahan).• Fase ketiga (hari ke 6-7): Penderita akan merasakan demam kembali, fase ini dinamakan fase pemulihan, di fase inilah trombosit akan perlahan naik kembali normal kembali. Pasien harus segera ke dokter begitu merasakan gejala-gejala siklus awal DBD, agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat

Mengingat obat untuk membunuh virus Dengue hingga saat ini belum ditemukan dan vaksin untuk mencegah DBD masih terus dikembangkan, maka cara terbaik yang dapat kita lakukan adalah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus di lingkungan kita.

3M Plus
1. Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin.
2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.
3. Mendaur ulang/memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan.
Plus mencegah gigitan dan perkembang biakan nyamuk:
1. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
2. Menanam tanaman pengusir nyamuk
3. Tidur menggunakan kelambu
4. Memasang kawat kasa di lubang ventilasi
5. Menggunakan repellent/ lotion anti nyamuk
6. Tidak menggantung pakaian yang sudah dipakai
7. Memasang ovitrap/lavitrap/ mosquito trap
8. Larvasidasi di tempat yang sulit dikuras/ ditutup
Mari bersama kita lakukan langkah-langkah pencegahan tersebut untuk mencegah penularan DBD di sekitar kita.

Sumber: Promkes Kemkes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *